Dapatkan diskon menarik untuk pembelian grosir *** Saat ini semua jenis madu tersedia/ready stock (Juli/2019)

Cara Menyimpan Madu yang Baik agar Kualitasnya Tetap Terjaga

foto : stocksnap.io

Madu murni tidak mudah rusak. Madu dapat bertahan beberapa tahun, bahkan sampai puluhan atau ratusan tahun. Akan tetapi untuk menjaga kualitasnya, madu harus disimpan dengan baik dan benar.

Madu harus disimpan di tempat yang kering, tidak lembab, dan tertutup agar tidak bereaksi dengan lingkungan sekitarnya. Madu bersifat higroskopis, yaitu dapat menarik uap air yang ada di udara sehingga kadar airnya akan bertambah. Sifat higroskopis ini disebabkan oleh zat gula yang terkandung di dalam madu. Fruktosa lebih mudah larut dalam air dibandingkan dengan glukosa.

Madu yang berkadar air tinggi akan mengalami proses fermentasi dan menghasilkan alkohol, sehingga keawetannya berkurang. Suhu yang ideal untuk penyimpanan madu adalah sekitar 20°C dengan kelembaban kurang dari 65%. Penyimpanan di atas suhu 25°C akan menurunkan kualitas yang disebabkan perubahan enzim dan kimiawi madu.

Untuk mempertahankan kualitas, madu harus disimpan dalam wadah yang terbuat dari kaca (seperti gelas dan botol), keramik, porselen, kayu tertentu, atau stainless steel. Penggunaan wadah dari bahan besi, tembaga, timah, atau campuran logam harus dihindari karena dapat bereaksi dengan gula dan asam organik madu sehingga menghasilkan zat beracun.

Tempat penyimpanan madu harus terhindar dari paparan sinar matahari langsung supaya zat antibakteri dalam madu tidak rusak. Hal ini juga bermanfaat untuk menjaga zat besi pada madu agar tidak teroksidasi. Warna madu yang teroksidasi akan menjadi lebih gelap dan mengurangi khasiat madu. Selain itu, jauhkan madu dari bahan-bahan yang berbau menyengat karena dapat mempengaruhi aroma dan cita rasa madu.

Satu hal yang perlu diingat, proses penyimpanan yang baik pun lama kelamaan tak akan mampu menahan perubahan madu. Madu tetap akan berubah, baik rasa, aroma, warna, kekentalan, juga zat-zat aktif seperti enzim dan aktivitas antimikroba. Komposisi gula madu juga akan berubah dengan meningkatnya disakarida dan gula kompleks disertai penurunan gula sederhana (fruktosa dan glukosa). Perubahan awal ditandai dengan madu yang rasanya makin asam dan hal ini dapat terjadi pada semua jenis madu.